DEFINISI SMOCK DAN PENERAPANNYA PADA BUSANA

Smock sebenarnya bukan teknik baru dalam dunia jahit menjahit. Bahkan, berpuluh-puluh tahun yang lalu teknik ini mulai dikembangkan.

Istilah smock berasal dari bahasa Inggris, yaitu smock yang berarti mengerut. Dalam dunia menjahit, smock adalah salah satu teknik membuat kerutan-kerutan pada kain secara simetris maupun asimetris, sehingga tercipta suatu karya bentuk yang bervariasi dan atraktif.

Smock tidak hanya diterapkan di pakaian atau cover seat saja, akan tetapi juga untuk tas tangan, topi, sepatu, sandal, bahkan berbagai jenis keperluan.

Smock adalah salah satu teknik ketrampilan menjahit dengan cara menarik benang dan diselingi penjahitan mengikuti pola tertentu secara berulang-berulang dan teratur. Teknik smock ini akan menghasilkan kerutan yang teratur dan rapi sesuai dengan pola yang diinginkan.

Penggunaan smock tidak hanya indah apabila ditampilkan secara keseluruhan saja. Sebagai aplikasi pun, smock bisa tampil mempercantik apapun yang akan dibuat. Seperti tutup galon, tas, kopiah, tirai, bahkan pada busana.

Penggunaan Jenis Bahan / Kain

Smock dapat dikerjakan pada kain polos dan bermotif (kotak, berbintik/ polkadot) dan disesuaikan engan jenis smock yang akan dikerjakan.

Jenis bahan atau kain apapun dapat digunakan tergantung kepada selera masing-masing orang. Memang banyak peminat yang menyarankan agar menggunakan kain yang berkilau. Alasan utama adalah karena hasilnya tampak lebih indah dan cantik dibanding bila menggunakan kain biasa yang tidak berkilau. Kerutan-kerutan pola akan tampak timbul tenggelam dengan cahaya yang terpantul akibat kain yang berkilau tersebut. Namun demikian tidak menutup kemungkinan penggunaan kain biasa menjadi tidak tepat bila dijahit dengan teknik smock. Bahkan kain sederhana yang murah justru akan tampil menawan dan tampak mahal dengan teknik ini.

Pemakaian Jumlah Bahan

Dalam teknik jahit smock, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan benar, hal ini karena hasil yang diperoleh akan menampakkan kain yang berkerut-kerut. Oleh sebab itu, jumlah bahan akan menjadi berlipat ganda, meskipun secara umum memiliki perbandingan 1:2.

Ukuran garis pola bisa berbeda antara satu model dengan model lainnya sehingga jumlah bahan yang digunakanpun berbeda-beda. Lakukan percobaan terlebih untuk menentukan jumlah bahan agar tidak terjadi masalah kekurangan atau kelebihan bahan. Ukur sebelum dan sesudah pengerjaan setiap model smock. Dari pengukuran tersebut bisa diketahui perbandingan jumlah bahan dengan hasil yang diperoleh untuk setiap model smock.

Garis Pola Smock

Setiap pengerjaan smock selalu dibutuhkan garis pola. Garis pola adalah garis-garis bantuan yang dibuat terlebih dahulu untuk mempermudah pengerjaan smock. Garis pola bisa dibuat sendiri (terutama untuk bahan polos) atau mengikuti corak bahan yang sudah ada, selama corak tersebut berukuran tetap dan berbentuk persegi (bujur sangkar atau persegi empat). Bagi pemula, agar mempermudah pengerjaan sebaiknya setiap titik pada kain ditandai dahulu sesuai dengan pola smock yang akan dibuat.

Membuat garis pola memerlukan bantuan pensil atau kapur. Untuk mudahnya pembuatan garis pola pada bahan polos digunakan kertas berkotak-kotak yang sudah disiapkan sebagai cetakan. Selain mempermudah, juga dimaksudkan agar garis pola yang dibuat bisa rapi dan tepat ukurannya. Ukuran yang tidak tepat akan mempengaruhi hasil smock yang dibuat sehingga tidak sesuai dengan model yang diinginkan.

Bagi yang  sudah terbiasa mengerjakan smock, garis pola tidak harus dibuat, apabila menggunakan kain bermotif. Pengerjaannya bisa dilakukan dengan berpatokan pada motif atau corak dari bahan. Khususnya untuk kain yang bermotif kotak-kotak, berbintik-bintik, polkadot, dan motif sejenis.

Model Smock

Model smock memiliki pola tertentu, yang beraturan dan dalam ukuran yang tetap. Ukuran setiap kotak pola tidak mempunyai ukuran khusus. Bisa 1 cm x 1 cm, 2 cm x 2 cm, 0.5 cm x 0.5 cm atau bahkan lebih kecil lagi. Bergantung pada keinginan dan keperluan masing-masing.

Uniknya dari teknik jahit smock ini, model smock yang digunakan tidak hanya pada sisi depan saja. Karena sisi belakang dari sebuah model smock juga bisa tampil indah dan menarik serta bisa pula digunakan. Sehingga untuk satu pola model smock saja bisa menjadi beberapa model smock hanya dengan mengubah bentuk kotak menjadi persegi atau dengan menggunakan sisi depan atau belakangnya. Variasi lain bisa dilakukan pula dengan menambahkan manik-manik, borji atau aksesori lainnya.

Jika menginginkan model smock pada bagian belakangnya, maka lakukan penjahitan smock pada sisi kain yang mengilap dengan menggunakan benang warna senada agar warna tidak tampak (mencolok).

Contoh penerapan smock :

1. Pada busana anak

Gambar : penerapan smock pada busana anak
Sumber : www.google.com

2. Pada sarung bantal

Gambar : Penerapan smock pada sarung bantal
Sumber : www.google.com

3. Pada dompet

Gambar : Penerapan smock pada dompet
Sumber : www.google.com

Semoga artikel ini bermanfaat yaa …



LEAVE A COMMENT