BAHAN PELAPIS PADA BUSANA

Taukah kalian jika ada beberapa baju yang dijahit dengan memakai bahan pelapis? Bahan pelapis pun ada beberapa macam. Kira-kira apa saja ya ? Yuk simak artikelnya di bawah ini ….

Bahan Pelapis (underlying) adalah bahan tambahan yang terletak di bawah bahan utama yang fungsinya untuk membentuk dan menopang kain, menjaga kain dari gesekan, lipatan, tekanan dan tahan rendaman. Selain itu untuk memberi rasa nyaman saat dipakai seperti memberi rasa sejuk, hangat dan menghindari rasa gatal. Dalam pembuatan busana, bahan pelapis digolongkan menjadi 4 jenis yaitu :

  1. Lapisan bawah (Underlining)

Adalah bahan pelapis yang terletak di bagian bawah (bagian buruk) bahan utama. Pada umumnya lapisan bawah digunakan untuk menguatkan bahan utama pakaian serta keseluruhan desain. Contoh bahan pelapis bawah (Underlining) : sutera cina, organdi, organsa, muslin, batiste, tula, rayon, tricot ringan untuk rajutan/bahan yang halus.

Gambar : bahan Underlining

Sumber : www.google.com

2.Lapisan dalam (Interfacing)

Adalah bahan pelapis yang lebih kokoh dari lapisan bawah yang dipergunakan untuk menguatkan dan memelihara bentuk pakaian. Bahan lapisan ini biasanya terdapat pada bagian kerah, manset atau saku. Dilihat dari kontruksinya interfacing dapat digolongkan menjadi tiga yaitu :

  1. Tenunan (woven)
    Merupakan jenis tenunan yang arah seratnya memanjang saling mengikat. Dalam penggunaannya sebaiknya mengikuti arah serat. Jenis ini akan membentuk pakaian lebih bagus & stabil.
  2. Bukan Tenunan (Non woven)
    Proses pembuatannya tidak ditenun, melainkan dikempa sehingga tidak memiliki arah serat.
    Bahan non woven terbuat dari serat-serat yang dilumatkan, direkatkan atau dicampurkan dengan bahan bahan kimia. Interfacing yang tidak ditenun biasanya lebih keras daripada yang ditenun.
  3. Rajutan (Knit)
    Konstruksi kain rajut berbeda dengan kain tenun. Pada umumnya elastisitas kemuluran bahan rajut lebih tinggi dari bahan tenun.
  1. Lapisan antara (Interlining)

Adalah bahan pelapis lembut dan ringan yang diletakkan diantara interfacing dan lining untuk memberikan rasa hangat selama dikenakan. Biasanya terdapat di lengan baju dan badan jaket atau mantel. Interlining memiliki bobot yang ringan, tipis sampai tebal dan kasap menyerupai busa, sampai yang berbulu:
Contoh: flanel, bahan selimut bobot ringan, felt, dacron.

  1. busana untuk menutupi bagian dalamnya. Adapun ciri bahan pelapis (furing) adalah lembut Bahan pelapis furing (lining)
    Adalah bahan pelapis yang memberikan penyelesaian rapi, rasa nyaman, kehangatan, kehalusan terhadap kulit. Biasanya disebut bahan pelapis terakhir (furing) karena merupakan penyelesaian terakhir pada pembuatan, licin, tipis, ringan dan higrokopis sehingga memberikan rasa sejuk saat dikenakan.
    Contoh: satin, katun, rayon, Nilon.

Gambar : letak bahan pelapis

Sumber : www.google.com

  Demikian sekilas tentang bahan pelapis. semoga bermanfaat.



LEAVE A COMMENT