PERBEDAAN BENANG LUSI DAN PAKAN

Taukah kalian, apa sih yang dinamakan benang lusi dan pakan ? Dan kira-kira bagaimana konstruksinya ? Yuk simak artikelnya di bawah ini….

 Kain yang dibuat dengan cara ditenun mempunyai dua arah benang yang saling menyilang atau berlawanan, yang dinamakan benang lusi (lungsin) dan benang pakan. Benang lusi merupakan benang yang disusun lurus secara vertikal sedangkan benang pakan merupakan benang yang disusun lurus secara horizontal pada konstruksi sebuah kain. Dua komponen benang ini saling menyilang satu sama lainnya sehingga terbentuklah suatu anyaman kain.

Benang lusi dan benang pakan bisa ditemukan dalam kain yang dibuat pada alat tenun, baik alat tenun tradisional maupun alat tenun mesin. Benang pakan ditenun secara selang-seling diatas dan dibawah benang lusi. Untuk menenun berbagai jenis tekstil, biasanya penenun memulai dengan benang lusi. Benang ini bisa sampai sepanjang 100 meter yang memanjang ke seluruh gulungan panjang kain.

Sebagai penyangga utama sebuah kain, biasanya benang lusi ini dibuat lebih kasar dan kuat dibandingkan dengan benang pakan agar bisa menahan tarikan dan sentakan ketika direntangkan pada alat tenun pada saat menenun. Sedangkan benang pakan hanya sebagai pengisi saja.

Gambar : konstruksi benang lusi dan pakan

Sumber : www.google.com

Sebelum proses tenun dimulai, benang lusi ini biasanya dibentangkan ke alat tenun, dan biasanya digulung pada gulungan besar (beam). Benang lusi mengarah sejajar dengan tepi tenunan dan membentuk panjang sebuah kain.

Pada alat tenun, biasanya benang-benang lusi dipisahkan menjadi dua group, agar benang pakan dapat lebih mudah lewat diatas satu group pada saat ditarik melintasi benang lusi ke satu arah dan dibawah group itu sewaktu digerakkan melewatinya ke arah yang berlawanan. Oleh sebab itu, seringkali dibutuhkan dua “ruang pemisah” atau jalur.

Gambar : alat tenun

Sumber : www.google.com

Setelah kain ditenun sesuai keinginan dan digulung, penenun akan memotongnya dari benang lusi. Bahan yang lebih sering digunakan antara lain sutera, linen, dan bulu binatang. Kain yang beragam polanya juga bisa dibuat dengan menggunakan benang yang warnanya berbeda pada lusi atau pakan, atau pada keduanya.

Menenun sering kali dilakukan oleh kaum wanita, tetapi tidak sedikit juga dilakukan oleh pria. Alat tenun zaman dulu yang digunakan oleh orang Mesir, Ibrani dan bangsa lainnya untuk menenun pada dasarnya adalah sebuah bingkai. Pada zaman dulu, alat tenun ada yang horizontal dan ada yang vertikal. Salah satu jenis alat tenun vertikal terdapat dua tiang tegak lurus dengan sebuah batang lintang di bagian atasnya. Batang ini terjuntai benang benang lusi yang dipasangkan pemberat atau beban untuk menjaga agar benangnya tetap lurus.

Semoga bermanfaat…..



LEAVE A COMMENT